Pedoman kerja puskesmas yang meliputi pemberantasan penyakit menular (P2M), upaya pengobatan, penyuluhan kesehatan, kesehatan sekolah, dan kesehatan olahraga.
Pedoman kerja puskesmas yang meliputi: usaha kesehatan sekolah, kesehatan gizi, dan kesehatan jiwa.
Pedoman kerja puskesmas yang meliputi Keluarga Berencana, gizi, dan kesehatan lingkungan.
Pedoman kerja puskesmas yang meliputi upaya perawatan kesehatan masyarakat, upaya peningkatan kesehatan kerja, upaya kesehatn gigi dan mulut, upaya kesehatan jiwa di Puskesmas, upaya kesehatan mata pencegahan kebutaan (UKM/PK), laboratorium sederhana dasar di Puskesmas, dan upaya kesehatan usia lanjut.
Pos pelayanan terpadu KB-Kes adalah pusat kegiatan masyarakat di mana masyarakat dapat sekaligus memperoleh pelayanan KB dan Kesehatan.
Pedoman ini ditujukan bagi petugas di tingkat Kecamatan dan Dati II, memuat 5 bagian sebagai berikut: 1. Pedoman Penyelenggaraan Keterpaduan KB-Kesehatan tingkat Kecamatan 2. Pedoman Penyuluhan Terpadu KB-Kesehatan tingkat Kecamatan 3. Pedoman Lokakarya Keterpaduan KB-Kesehatan tingkat Kecamatan 4. Pedoman Supervisi Terpadu KB-Kesehatan tingkat Kabupaten 5. Pedoman Lokakarya Supervisi Terp…
Indonesia pada Repelita IV ini telah mulai meningkatkan produksi dalam berbagai hal termasuk produksi perikanan. Nelayan sebagai warga masyarakat telah mendapatkan pelayanan kesehatan melalui Puskesmas, akan tetapi dalam pelaksanaannya belum dikaitkan antara penyakit yang diderita dengan pekerjaannya sebagai nelayan. Salah satu bentuk peran serta masyarakat yang dapat dilakukan adalah dengan ca…
Gerakan Keluarga Berencana Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran, serta untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk.
Kesehatan kerja perajin logam yang dibahas dalam buku pedoman teknis ini terbatas pada kesehatan kerja perajin logam pandai besi, perajin perak dan perajin pelat.
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan Keluarga Berencana diperlukan tenaga-tenaga pelayanan yang berkualitas dan terampil dalam memberikan pelayanan kepada peserta KB agar mendapatkan peserta yang puas serta sadar akan kebutuhannya dalam mewujudkan keluarga ideal dan sebagai pemakai kontrasepsi yang berkualitas.